Minggu UAS 14 Desember 2009 9:28 Bonjour. Hehehe. Pagi2 udah banyak pikiran nih. Jadi ngeblog deh.

Minggu ini adalah minggu uas itb. Hmm, semua mahasiswa (kecuali yang TA) lagi pada deg2an buat ngerjain uas. Beberapa diantaranya malah memutuskan buat meng-ansos dulu. Dan begitupun gw. Buktinya habis uas barusan langsung cabut buat blogging. Hehe. Bukan memutuskan untuk meng-ansos sih. Lebih tepatnya adalah lagi males mingle. Bukan buat belajar juga. Lagi males aja. Haha.

Uas pertama pagi tadi adalah PKn. Pancasila dan Kewarganegaraan. Jangan tanya kenapa mahasiswa ITB masih dapet PKn. Udah dari sononya wajib soalnya. Alasan kerennya sih biar tetep bangga akan Indonesia. (haah!!??seenaknya. Haha.)

Dengan persiapan seadanya (cuma baca slide ga jelas dari kelas lain), berangkatlah uas. Dan ternyata oh ternyata, soalnya susah. DARN!!! Ditanyain teori yang udah ada dasarnya. Bukan pendapat yang bisa ngebacot ngarang seenak hati. Huwaaaahh!! Tapi tetep aja sih ujung2nya bacot ngarang. Hehe.

Ada satu soal yang bikin banyak pikiran pas ngerjain. Identitas Nasional yang beragam, apakah yang menyebabkan masih bersatu? *Ha!! Nice question*. Dengan kemampuan yang minimal, gw menjawab bahwa kesadaran akan kesamaan bahwa kita Indonesia, memiliki akar rumpun yang sama, sejarah perjuangan yang sama, dan kepemilikan yang samalah yang membuat kita masih bersatu dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tiba2 pikiran gw melanglang buana waktu gw besurfing ria di dunia maya. Gw menemukan sebuah tulisan dan sebuah website. Tulisan pertama di-copy dari sebuah milist. Berisi tentang bagaimana Indonesia ditakuti oleh dunia. Indonesia yang memiliki hutan yang bisa disebut sebagai paru2 dunia. Yang jika dibakar, dunia akan kekurangan oksigen serta malaysia dan singapura kelabakan gara2 asapnya. Bahwa pasir Indonesia yang penuh dengan glitter dan dijual hanya 3000rupiah ke china dan dijual kembali dengan harga 30.000rupiah. Dunia takut mengembargo Indonesia karena semuanya serba ada dan dunia takut Indonesia menjadi mandiri, bahkan harusnya Indonesia yang mengembargo dirinya sendiri. Wahh!! Bikin bangga.

Dan disisi lain, gw menemukan website mengenai papua merdeka. Mereka mengajukan berbagai alasan bahwa papua bisa merdeka. Puluhan ton garam di kirim dari madura ke papua, padahal laut papua juga kaya akan garam. Tidak perlu jawa, papua bisa hidup mandiri. Padi sebagai bahan makanan pokok bisa diganti dengan sagu yang bermanfaat sama sebagai karbohidrat. Dan berbagai alasan yang seharusnya bikin Indonesia sadar bahwa kita memiliki tanah surga yang masih belum terjamah.

Hmmm. Entah kenapa gw merasa soal PKn, tulisan dari milist, dan isi website itu sebenarnya memiliki hubungan. Keberagaman Indonesia seharusnya dapat tetap bersatu di bawah naungan NKRI. Keberagaman yang dirawat dan diolah dengan lebih baik dapat menjadi kekuatan lebih bagi Indonesia di mata dunia. Kita terlalu berkutat pada masalah tanpa memikirkan potensi. Lihat Papua, Maluku, Kalimantan, dan kepulauan2 yang lain. Jangan marah jika kasus sipadan dan ligitan terulang kembali.

WUJUDKAN INDONESIA EMAS