Tags

, , ,

The Last Symbol - Dan Brown

This is the missing link between modern science and ancient mysticism.

Huwahh!! Akhirnya beres juga baca ini. Lega. Bukan karena bikin bosen jadi pengen cepet selese. Tapi gara gw baca dalam format mobipocket yang harus dibaca di laptop. Dan karena ini buku yang gak bisa ditutup gitu aja, jadi gw harus tahan menatap laptop berjam2. haha. Parah.

Tapi seperti karya Dan Brown yang lain, gw selalu penasaran sama ceritanya. Dan ini jadi buku pertama yang beres gw baca di laptop. Waw (salut sendiri).  Tapi ada sensasi sendiri berjam2 natap laptop sambil baca novel-nya Dan Brown. Gw bisa bolak balik googling buat nyari gambar2 ato data apapun yang dijelasin di novel itu gara2 penasaran. Hehe.

Hmm. The Lost Symbol, karya terbaru dari Dan Brown, bikin gw lupa semuanya. Masih seperti novel sebelumnya, membahas misteri dan konspirasi. Yap. Masih dalam format yang sama, tapi tetep bikin penasaran. Kali ini setting di ibu kota USA sendiri, di pusat kota Washington DC. Robert Langdon kembali “terpaksa” berpetualang. Kali ini cerita semakin kompleks dengan kombinasi politik, persaudaraan, simbol, mistis, mitos, science, dan legenda. Simbol2 masih bermain penting dalam cerita ini (dari judulnya aja keliatan. Hehe). Dan saat lo baca buku ini, siap2 kembali dihadirkan dengan twist2 yang bikin lo terkejut. Siapa musuh, siapa kawan berputar dan bikin bingung. Hehe.

Keistimewaan karya Brown, dasar ceritanya ngebahas hal2 yang emang jadi pembahasan menarik. Misalnya kali ini dia ngebahas Mason (setelah sebelumnya sempet ngebahas Sion, Illuminati, dsb). Dengan gampangnya kita googling, kita jadi tambah penasaran gemana sebenernya perkumpulan rahasia (yang dijelasin dengan cukup memuaskan)dari sudut pandang seahli Robert Langdon (walaupun fiktif). Selain itu, kepiawaiannya (beuuhh!!) dalam menceritakan rahasia lain dibalik suatu karya seni maupun arsitektur, bikin gw sebagai pembaca jadi penasaran dan pengen ngeliat bendanya secara langsung. Bahkan gw pengen jalan2 ke vatikan, prancis, dan sekarang DC Cuma buat ngikutin perjalanannya Langdon. Haha.

Tapi di cerita kali ini, setelah klimaks, penyelesaian masalah terasa sangat panjang bagi gw. Dan Brown sengaja menyajikan narasi yang bikin kita agak ngerasa ‘haduh, ini kapan beresnya’. Tapi karena jawaban akhir dari misteri yang pengen kita tahu itu ditaroh di bener2 bagian belakang, jadi bakal susah banget buat nutup buku ini sebelum cerita selese. Jadi, kita harus sabar baca narasi2 yang panjang buat menuju  jawaban dari misteri itu (halah!!). Dan Brown juga menyisipkan banyak hal dari narasi penutup ini. seolah membisikkan pemikiran2 yang dipahami sama dia. Pluralisme, Bible, Ketuhanan, dsb.

Yang pasti, buku ini patut dibaca.😀