Tags

Akhirnya nonton ni film juga. Watchmen (2009). Dan gw cuma bisa bilang, orang2 yang bilang ini film keren gak bohong. Yup. Watchmen is fucking good movie. Haha. Hhmm. beberapa orang (mungkin malah kebanyakan orang) bakal bilang film ini kurang bagus. Gak banyak action lah, gak jelas musuhnya (emang gak ada sih), bla bla bla. Yahh, film ini emang beda sama film superhero yang lain, watchmen menyuguhkan sudut pandang baru. Sudut pandang bahwa super hero juga manusia.

Tanpa terlalu banyak action dan peperangan terhadap musuh, film ini mengajak kita berpikir. Dari awal mulai, kita cukup bingung sama ceritanya. Menebak dan meraba akan bercerita tentang apa ternyata lumayan sulit juga di awal film. Jika superhero lain memiliki musuh yang jelas, watchmen yang merupakan kumpulan superhero tidak memiliki musuh nyata yang tampil sebagai lawan. Musuhnya masih berupa bayang2 layaknya film spionase.

In an alternate 1985 where former superheroes exist, the murder of a colleague sends active vigilante Rorschach into his own sprawling investigation, uncovering something that could completely change the course of history as we know it.(www.imdb.com)

Hufht. Gara2 film ini, muncul sebuah pemikiran tentang kehidupan. (beuhh!!). Yup. Kehidupan yang dihubungkan dengan sesuatu yang lebih besar lagi. Jagad raya. Universe kalo orang sono bilang. Hehe. Nah, kehidupan kita (manusia) hanya sebuah titik dalam konstelasi jagad raya ini. Saat kehidupan seorang manusia hilang (mati), konstelasi itu akan tetap berjalan. Bulan akan tetap mengelilingi Bumi, Saturnus akan tetap memiliki cincin yang menawan, Bima Sakti akan tetap ada di langit sana. Ya. Kehidupan manusia hanyalah sebuah debu tak terlihat.

Tapi ternyata saat kita bandingkan dengan yang setara (kehidupan manusia lain), ada hubungan yang tidak tampak. Kematian seseorang mungkin malah menjadi sumber kehidupan bagi yang lain. Hidup kita bisa saja terkait dengan hidup seorang anak kecil yang baru lahir di belahan Bumi yang lain. Keputusan2 kecil kita bisa saja mempengaruhi kejadian besar lain. Kita hanya tidak tahu, tidak sadar, atau tidak mengerti. Itulah rahasia Tuhan.

Kemudian ada satu hal yang disinggung lagi di film ini. For the greater good. Untuk kebaikan yang lebih besar. Awalnya gw baca istilah ini di Harry Potter #7. Istilah ini menjelaskan bahwa kita bisa saja mengorbankan yang satu untuk menciptakan kebaikan yang lebih besar. Dan di film ini, penikiran ini diungkap dengan cukup brutal namun mengena. Ditutup dengan papan iklan (yang sepertinya merupakan benda yang tidak penting) “in your hearts, you know it’s right.

Ada satu hal lagi yang membuat film in unik. Penyajian score. Misalnya nih, pas lagi adegan baku hantam (jiahh!!) malah diiringi semacam lagu lawasnya orang eropa kaya opera. Biasanya agak mengganggu. Tapi di film ini malah menciptakan suasana yang lebih OK.

Menjadi Superhero tidaklah mudah. Mau tidak mau kita harus memikirkan kehidupan dunia yang lebih baik. Memikirkan kedamaian umat manusia. Tapi semua orang punya kehidupan masing2, begitu juga superhero. cerita, rahasia, cinta, yang cuma kita sendiri yang tau. Dan yang paling berbahaya adalah nafsu. Saat memiliki kekuatan super apalagi.

Who watches the Watchmen?