siapa bilang jalan2 perlu keluar banyak biaya? hari minggu kemaren (21/02/2010) gw membuktikannya sendiri.

hari itu gw ngaleut. hmm, apa itu? ngaleut adalah kata dari bahasa sunda yang artinya jalan-jalan. ya ya ya. acara ini diadain oleh komunitas Aleut. komunitas baru yang gw kenal secara tidak sengaja dari facebook. hehe. yah, kalo mau tau lebih lanjut, klik aja Dunia Aleut.

ngaleut pertama gw adalah menyusuri jejak Bandung Lautan Api. sejarah. hah! objek yang selalu susah buat gw ikutin sejak SD. tapi bersama aleut, sejarah menjadi sangat menarik. haha. yup! ngaleut gak cuma jalan-jalan, tapi juga belajar banyak hal. dan kali ini gw berkesempatan belajar sejarah perjuangan rakyat Bandung.

Bandung Lautan Api merupakan peristiwa pengorbanan rakyat Bandung, dimana mereka lebih rela membakar rumah mereka dibandingkan dikuasai oleh bangsa asing. sebuah perjuangan heroik yang sudah diabadikan dalam lagu berjudul Halo-Halo Bandung, namun baru kemarin-kemarin diakui sebagai peristiwa sejarah nasional (angkat bahu gak ngerti). yah, setidaknya anak SD udah belajar lagunya lah ya. hehe.

ngaleut Bandung Lautan Api ini bagai masuk di sebuah pencarian jejak ala novel2 Dan Brown (minus teori konspirasi tentunya, hehe). ternyata di sudut2 kota Bandung terdapat stilasi sebagai penanda peristiwa penting dalam perjuangan rakyat bandung. stilasi ini berbentuk sebuah monumen kecil berbentuk prisma tegak segitiga yang setiap sisinya terdapat plakat : lirik Halo-Halo Bandung, peta jalur Bandung Lautan Api, dan logo American Express (sponsor. dan jangan tanya kenapa harus Amerika). di bagian atasnya terdapat tiruan bunga patrakomala dari besi yang merupakan bunga lambang kota Bandung. dan peta jalur-nya memiliki informasi sejarah dan titik selanjutnya yang harus dituju. hohoho. it’s kind of cool i think😛

ternyata start ngaleut dimulai dari titik ke2, stilasi di depan Bank Jabar Banten jalan Braga. Dulunya adalah gedung DENIS Bank. tempat simpan pinjam pertama. dan ternyata di atas gedung ini adalah tempat terjadinya perobekan bendera merah-putih-biru menjadi merah-putih oleh pemuda Bandung E.Karmas dan Moeljono. perobekan yang ada juga di Surabaya. owiya, titik ke1 adalah stilasi di jalan Dago tepatnya belokan Dago-Sultan Agung, depan bangunan Drikleur (Bank BTPN sekarang). Bangunan bekas kantor berita Domei ini dijadikan lokasi pembacaan teks proklamasi untuk pertama kalinya oleh rakyat Bandung. karena agak terlalu jauh, stilasi pertama di skip. hehe.

next titik ke3, stilasi depan kantor Asuransi Jiwas Raya. Kantor yang dulu dikenal dengan nama NILMIJ ini sempat dijadikan markas resimen 8. perjalanan menuju titik ke3 ini melewati berbagai bangunan yang penuh cerita sejarah juga, mulai dari KAA, Kantor Post, dan ada juga penjara Soekarno (lain kali harus menyusuri ini lagi nih. hehe). owiya, alun2 Bandung (yang sekarang tidak diakui sebagai alun2 lagu oleh beberapa orang) berada di depan stilasi ini.

sebelum berjalan ke titik selanjutnya, kami juga menyempatkan diri menengok salah satu situs makam pendiri kota Bandung yang ada di belakang mesjid. makam yang penuh nama dengan status Rd. dan semacamnya. hehe.

titik ke4, stilasi di Rumah tepatnya di jalan Simpang (sekarang foodcourt). Tempat perumusan dan diputuskannya pembumihangusan Bandung. tidak seperti stilasi lain yang mudah dilihat, stilasi ke4 ini berada di balik pagar tertutup yang tidak memungkinkan kita bisa melihatnya dari luar (cuma kaget dan bisa geleng2 kepala). dulu, di tempat ini terjadi konflik yang menyebabkan terbakarnya pasar dekat alun2.

titik ke5, stilasi di jalan Kautamaan Istri, mengacu pada bangunan di sekitarnya yang sempat dijadikan gedung perkumpulan para pejuang dan menggambarkan kondisi Bandung yang sudah sangat gawat. dekta dengan Laskar Wanita Indonesia (LASWI) dan situs Dewi Sartika. situs ini berupa sekolah yang dulu didirikan oleh beliau. owiya, disini juga terdapat sebuah tanaman bunag yang ternyata saudara dekat patrakomala yang ada di stilasi, Ki Merak (katanya Patrakomala hanya memiliki kelopak berwarna kuning, beda dengan ki merak yang ada jingga-nya).

titik ke6, bekas rumah sekaligus markas Kol.A.H.Nasution yang ada di Jalan Dewi Sartika. yang satu ini berada di sela2 tumpukan kerat minuman botol pedagan kaki lima yang ada di sebelahnya. hhh. tidak jauh dari situs ini juga ada pendopo dan rumah dinas wali kota yang gerbang depannya memiliki motif khas Bandung, sisik ikan.

titik ke7, stilasi di pertigaan Lengkong Dalam-Lengkong Tengah. Merupakan pemukiman Belanda, wilayah yang dibombardir Inggris pada 6 Desember 1945. sebelum melanjutkan, perjalanan tertunda oleh hasrat mencicipi es lilin Bandung. hehe. enak ternyata. dan di dalamnya terdapat serpihan buah yang menjadi rasa es tersebuit. sayang gak nyatet alamatnya. yang pasti deket monumen meriam.

titik ke8, stilasi di jalan Jembatan Baru. Batas garis pertahanan pemuda pejuang saat Pertempuran Lengkong. kemudian lanjut ke titik ke9, stilasi di kompleks SD Asmi. Bangunan ini adalah markas bagi pemuda pejuang sebelum Bandung Lautan Api. stilasi ini cukup terjaga. dan akhirnya titik terakhir, titik ke10, stilasi di jalan Moh.Toha depan gereja Gloria. Sebelumnya adalah gedung pemancar NIROM (netherland indische oemroed maatschappij) dimana berita kemerdekaan dan pembacaan teks proklamasi RI disebarkan ke seluruh dunia. dari titik ke10, perjalanan dilanjutkan ke taman tegalega yang terdapat monumen Bandung Lautan Api. monumen yang berdiri tegak ini sebagai penanda perjuangan rakyat Bandung.

hmm, kalo di stilasi ke4 dan ke6 diatas gw bilang keadaannya menyedihkan, jangan tanya yang lain. bahkan stilasi k7 yang sudah dikelilingi rantai pun masih rusak. hal yang sangat disayangkan. kita bisa belajar banyak dari sejarah. tapi saat kita tidak punya sejarah yang bisa diingat, kita bagai tanaman di pot yang bisa dipindahkan kemana pun. kita tidak punya akar langsung ke bumi persada (beuhh!!).

yahh, setelah beberapa diskusi dan kesan pesan, akhirnya kita kembali ke dunia nyata. hehe. akhir kata, kalo dari dulu belajar sejarah semenyenangkan ini, gw sepertinya punya pendapat lain yang tentang objek yang satu ini. belajar dengan cara berbeda tentang sejarah, mebuka mata gw bahwa disudut tempat kita berpijak sejarah nyata ada.

P.S : gambar menyusul ya. susah ngaplot😦