Tags

Masa penantian Alice in Wonderland mulai memanas.Cerita klasik yang ternyata udah dimainin dari 1915 (imdb), lima hari lagi (4 Maret 2010) direncanakan rilis di bioskop-bioskop Indonesia. Dan malem Minggu ini, gue menonton Alice in Wonderland versi klasik sebagai pemanasan. And I could say it’s sooo lovely. Nyesel dari dulu gak tertarik gara2 ekspektasi rendah terhadap gambarnya. (kayaknya dulu udah nonton, tapi gak serius gitu. haha)

Alice stumbles into the world of Wonderland. Will she get home? Not if the Queen of Hearts has her way

Disney selalu dapat menyajikan film animasi yang OK. Terakhir, the Princess and the Frog (2009) bikin gue berpikir sejenak tentang hidup dan mengejar mimpi. Dan sekarang, gue dipaksa untuk tersenyum sepanjang film ini. Walaupun gambarnya masih setara Snow White and the Seven Dwarfs (lebih bagus dikit doang), gue masih bisa menikmati layaknya film animasi dengan gambar yang berteknologi. Selain itu, lagu khas Disney berkumandang sepanjang film bahkan dalam percakapan berasa mereka sambil nyanyi. Dan satu lagi, I love the accent. It’s kind of British, eh? (cmiiw).

Well, kalo dipikir2 lagi ceritanya gak begitu dalem. Moral disembunyikan dalam sifat Alice yang yah bisa dibilang tidak sempurna layaknya seorang Lady. Tapu cara membawakan ceritanya sangat menarik. Walaupun udah tau gemana ceritanya, menontonnya masih tetap memberikan sesuatu bagi gue. Film ini cenderung ceria, penuh nyanyian, tawa, dan kebahagiaan. Bahkan dalam adegan layaknya Red Queen.(btw, di film klasik ini ko si White Queen gak ada ya? *thinking*)

Jadi gak sabar nonton versi Tim Burton nih. Dari gambarnya terkesan lebih serius, lebih tegang, dan lebih gelap. Itu ekspektasi awal. Soalnya agak aneh aja ngebayangin Mad Hatter versi Johnny Depp bernyanyi bahagia merayakan his unbirthday party. Haha. Let’s see.😀

19-year-old Alice returns to the magical world from her childhood adventure, where she reunites with her old friends and learns of her true destiny: to end the Red Queen’s reign of terror.

Well, like the white rabbit said : “You’ve got a very important date.”