Tags

What if? Pernah mengalami fase ini? Mempertanyakan kebenaran keputusan yang kita ambil dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika kita mengambil putusan yang lain dan bla bla bla? Inilah ide cerita dari 17 Again (2009). Yeah, I know it’s Zac Effron–no offense dude!! Yahh, Zac emang belum bisa melepas image basketball, highschool, being populer, bla bla bla (poor Zac). Tapi ternyata, film ini cukup memberikan sesuatu yang lebih. Hehe.

Yup!! Film yang gue sangka macam film remaja hollywood biasa, ternyata memberikan sedikit bumbu yang membuat film ini sedikit bermakna. Yahh, lupakan dulu Zac’s image (emang masih ada unsur gituan sih). Ternyata film ini juga membuka mata kita tentang cinta dan keluarga. Dan juga sebuah komitmen untuk menerima pasangan. Mungkin sering kalian di luar sana menyesali, atau mempertanyakan, pilihan pasangan hidup. Kadang kalian menyesal memilih orang yang ga pernah disisir, jarang pake sampo, bla bla bla. Kadang muncul pertanyaan bagaimana kalo gue milih si ini, dan sebagainya. Tapi kadang kalian lupa kenapa kalian memilih dia. Kalian lupa bagaimana hangatnya hati kalian saat dia bertanya maukah menjadi pasangannya. Kadang kalian lupa bahwa alasan kalian memilih adalah karena cinta.

Hyahhh!! Agak melebar.Tapi lumayan berat juga. Dan kenapa gue pake kata panggi kalian? Karena saat ini gue belum terlalu berpengalaman. Haha. Nevermind

.

17 Again : About a guy whose life didn’t quite turn out how he wanted it to and wishes he could go back to high school and change it. He wakes up one day and is seventeen again and gets the chance to rewrite his life.