Tags

,

Kalo beberapa waktu yang lalu gue membuat sebuah tulisan tentang acara seni tradisional di ITB, Loedroek dan LSS, kali ini gue mau bergeser ke yang lebih modern dan lebih eropa, orchestra. ITB Students Orchestra (ISO) baru aja menggelar konser bertajuk the Cinema of Life Symphony. ISO berkolaborasi dengan Paduan Suara Mahasiswa ITB (PSM-ITB), Marching Band Waditra Ganesha (MBWG) berhasil menyajikan sebuah pagelaran orchestra yang memukau.

Sepertinya judul konsernya, mereka menampilkan aransemen musik yang berkaitan dengan cinema film. Total 17 soundtrack film mereka mainkan. Musik yang dimainkan mulai dari genre pop hingga jazz. Konser ISO kali ini merupakan acara puncak dari rangkaian acara lustrum perdana (lima tahun) mereka. Dalam waktu yang cukup singkat ini, mereka berhasil menorehkan prestasi dan nama yang cukup membanggakan. Dan untuk kali ini mereka berhasil mengadakan konser yang wah. Lagu yang dimainkan juga merupakan lagu yang mampu menggambarkan perjalanan mereka selama lima tahun ini.

Konser yang diadakan di gedung Sasana Budaya Ganesha ini juga menghadirkan para senior musik mulai dari Imelda Rosalin, Salamander Big band, dan Christopher Abimanyu. Mungkin nama mereka jarang didengar bagi telinga awam, termasuk gue. Tapi untuk nama yang terakhir, penampilannya benar-benar memukau. Suatu penampilan yang bisa membuat gue terpana. Gue cuma bisa bilang WOW!!

Dari ke17 lagu yang dimainkan, ada beberapa lagu yang sayangnya kurang pas konsepnya. Misalnya lagu When You Believe, OST Prince of Egypt, yang dimainkan oleh MBWG alih-alih orchestra. Bukan berarti MBWG tidak bagus, mereka toh main bagus. Tapi lagu yang penuh harapan ini akan sangat keren dan wah jika dimainkan secara orchestra mirip kaya yang di film. Semangat dan makna di lagu ini akan lebih meresap. Kemudian Go The Distance, OST Hercules. Lagu tersebut dinyanyikan oleh penyanyi perempuan. Padahal akan lebih OK lagi jika yang bernyanyi adalah seorang laki-laki. Jiwa dan semangat seorang hero atau pejuang akan lebih berasa. Apalagi kalo singer-nya pake kostum Yunani. Hehe. Hmm, mungkin mereka ingin menyajikan suatu yang beda kali ya.

Yahh, overall konser ISO emang OK. Sebuah suguhan yang menarik di akhir pekan. Terima kasih untuk para pemain dan panitia yang mengadakan acara ini. Ka Jija, Ucan, dan Nicil yang entah bagaimana menjadi suatu rangkaian yang membuat gue bisa nonton acara keren ini. Dan untuk Makoto Tatsumura (akan dijelaskan kemudian hari)  yang sangat menikmati musiknya sampai tertidur (dan bangun kalo orang tepuk tangan). Haha. terimakasih lah semuanya.😛