Tags

Charles Darwin mungkin bisa disebut sebagai ilmuwan fenomenal. Teori evolusi dan bukunya yang berjudul “On the Origin of Species” menjadi perdebatan selama bertahun-tahun. Gue sendiri belum baca buku itu. Tapi hal pertama yang gue denger tentang dia adalah dia menganggap bahwa manusia adalah hasil evolusi dari kera. Entah bener itu isinya atau nggak, gue gak tau. Hmm.

Hal ini menjadi suatu tantangan bagi agama samawi yang jelas meyakini kalau manusia pertama adalah Adam yang turun langsung dari surga. Tapi tinggalkan sejenak perdebatan dan kebencian itu. Lihat seorang Darwin dari posisinya sebagai scientist, pemikir, dan seorang manusia yang memiliki pikiran, yang melihat dunia dari pikirannya. Dan hal ini diperlihatkan dalam Creation (2009).

How he saw the world changed it forever

Creation bagaikan sebuah film biography seorang Darwin. Kehidupannya sebagai orang yang sedang menulis buku yang dianggap menentang Tuhan. Teorinya dianggap sebagai perang melawan Tuhan. Teori yang ditentang oleh gereja (yang saat itu memiliki kuasa penuh dalam masyarakat) dan dimanfaatkan oleh kelompok yang tidak meyakini Tuhan.

Tapi jangan anggap film ini memiliki cerita yang penuh pertentangan panas saja. Film ini juga menceritakan seorang sosok Darwin sebagai seorang manusia yang memiliki keluarga. Seorang suami, seorang ayah, seorang yang kehilangan, bahkan seorang yang pesakitan. Penyakit yang muncul dari pikirannya sendiri mulai membunuh dirinya dari dalam. Penulisan buku pun terhambat, hingga dia menemukan obatnya. Percaya dan jujur.

Tak hanya kehidupan penulisan buku milik Darwin yang diceritakan disini. Tapi juga istrinya, Emma, yang merupakan seorang yang taat beragama. Seorang istri yang mencintai suaminya. Dan seorang ibu yang merasa bersalah.

Toh Darwin hidup di suatu masa saat pemikiran yang bertentangan dengan masyarakat kebanyakan adalah dosa. Proses penulisan buku yang habis dalam satu hari masa keluarnya merupakan masa yang berat, baik dari luar maupun dari diri dan kehidupan dia. Tapi Darwin tetaplah seorang ilmuwan. Yang bisa berbesar hati untuk mempersilakan istrinya sebagai pembaca bukunya pertama dan dari ‘God’s side’. It’s very touching.😛