Tags

,

21 April. Hari Kartini. Banyak anak-anak yang ke kampus dengan nuansa batik hari ini. Mulai dari rok batik, dress batik, kemeja batik, tas batik, atau apapun itu lah. Dan gue cuma memakai kaos biasa dengan gambar wayang : Gatutkaca. Sebenernya gue menganggap dengan memakai kaos itu, akan ada sentuhan tradisional layaknya memakai batik. Tapi tetep aja iri ngeliat banyak orang lebih berbatik. Hahaha.

Anyway, gara2 ini, gue teringat bahwa gue pernah bikin suatu tulisan tentang hari Kartini di facebook : bukan tentang batik (klik aja). Dilengkapi dengan komentar :

Dini : Dalam catatan dan suratnya sendiri, r.a. Kartini memang ga pernah secara gamblang menuntut emansipasi untuk wanita. Yang beliau harapkan adalah bagaimana seorang wanita dapat berperan sesuai fitrahnya

Sebuah komentar yang membuat gue sadar tentang kekeliruan gue dalam memberi judul dan membuat kesimpulan. Yup. Gara-gara kartini berkebaya dan berbatiklah kita diingatkan untuk mencintai budaya kita. Bahkan pas TK dulu ada acara lomba pakaian daerah gitu kan. Hmmm.

Dan sebuah persembahan untuk hari ini :

Kartini. jika ia masih ada sekarang, apa yang akan dia ceritakan pada sahabat penanya yang ada di sebrang? apakah masih emansipasi? aku kira bukan.

dia akan bercerita tentang pendidikan di negerinya yang kini kian mahal. ia akan bercerita kisah rakyat kecil yang tak punya uang untuk berobat. beliau akan berkisah tentang para petani yang kalah oleh barang kiriman dari sebrang lautan. Kartini bahkan akan bercerita tentang negerinya yang dipimpin bukan lagi oleh para pejuang, tapi para pencari harta.

maju terus Indonesia. maju terus para Srikandi Indonesia. maju terus Kartini masa kini.

Hari ini kita diingatkan bahwa wanita Nusantara pernah berjuang demi kesetaraan mereka. Hari ini kita juga diingatkan bahwa kita memiliki budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Dan ingatlah pepatah lama : dibalik kesuksesan seorang pria, ada tangan wanita yang berperan di dalamnya.

Dan akhir kata, (seperti di status facebook gue hari ini) : 21 April : Hari Karitini, pake kaos bergambar Gatutkaca sebagai sentuhan tradisonal, lalu makan malam dengan Bakmi Jawa. Dan menutup malam dengan memakai celana batik. Hehe.