Tags

Sabtu. YEAY!! Hari terakhir UAS yang berarti hari terakhir semester ini (gak mau ngitung ujian perbaikan yang gosipnya tanggal 5 Januari, LIBUR PAAK!!-___-). Bau liburan yang udah kecium berminggu-minggu lalu mulai bisa dirasakan. Hohoho.

Tapi hari terakhir semester yang harusnya dinikmati, agak dikacaukan sama ulah rektorat yang ngebet dengan tagline ITB MENUJU WORLD CLASS UNIVERSITY. Well, karena tagline tersebut udah digembor-gemborkan sejak tahun lalu, jadi kekacauan juga udah dimulai dari tahun perkuliahan yang baru.

K3L (Keamanan, Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan). Unit yang baru dibentuk ini kalo dari judulnya sebenernya amat sangat bermanfaat (seharusnya…). Tapi entah gara2 diantara gak ada Kenyamanan di dalem K yang banyak itu, jadi tingkah laku si unit baru ini bikin kesel setengah mati. Keabsurdan cara mengamankan dan menyelamatkan kampus bikin panitia-panitia kegiatan dan acara di kampus jadi kelabakan. Tanpa ngomong ini itu, tiba-tiba saja ‘polisi kampus’ ini berkuasa setengah mati.

Banyak gossip yang beredar di kalangan mahasiswa. Mulai dari stasiun TV swasta nasional yang ga bisa masuk (nasional oyy), sampe larangan menginjak rumput (?). Hmm, yang paling sakit hati adalah terganggunya kegiatan orientasi mahasiswa. Wahai bapak-ibu yang terhormat, jika khawatir kami membuat kesalahan, ajari kami untuk menjadi sempurna seperti yang bapak ibu inginkan. Bukannya ngelarang. Kalo gunting itu ga aman buat memotong kertas, bukan berarti kita berhenti memotong kertas kan pak? Ajarin gemana cara motong kertas pake gunting yang aman. Cuma analogi sih. Jadi inget twit seorang kawan pagi ini :

jangan masuk ITB, disini kamu tidak berkembang, kamu hanya dibuang menjadi Sarjana dan disuruh cepet cepet lulus.

Yup!! Makin susah, makin ribet, mana kuliah susah pula (curcol), hmm.

Anyway, kehebohan yang tadi gue bicarain adalah tentang ITB kerja sama dengan layanan parkir swasta. Jadi, siap-siap sajalah para pemilik kendaraan bermotor, parkir di ITB udah kaya parkir di mall (per jam cuy!!). Nah lo. Sebenernya kalo dari segi lingkungan, lumayan juga. Jadi kan sedikit yang bawa kendaraan. Ya kaliii. Tapi yang bikin miris, tiba-tiba ada message dari grup di facebook :

sekedar informasi kepada kawan-kawan ITB semua..
saya yakin beberapa teman-teman sudah ada yang tahu mengenai proses penggantian pengelola parkir ITB. serah terima diserahkan oleh koperasi ITB kepada pihak pengelola sekarang yaitu ISS(swasta).
kemarin tanggal 17 Desember 2010. pengelolaan parkir dialihkan ke Swasta. 20 karyawan parkir ITB diberhentikan begitu saja. pemberitahuan baru dilaksanakan J-5. 1 Kata, Genius….

WOW!! 20 karyawan!! Itu menurut gue banyak. Coba kalo setiap karyawan punya punya 3 anggota keluarga, 80 orang harus mikirin makan lagi.

Satu yang dipertanyakan. Dimana istilah bahwa Dosen, Rektorat, Mahasiswa, Karyawan, adalah satu komponen?? Mungkin musyawarah benar-benar hanya teori pelajaran Kewarganegaraan anak SD yang memang tidak mungkin diterpakan di Indonesia. Entah lah. Mungkin ini yang namanya perubahan sistem. Kadang memang susah untuk diterima. Mungkin suatu saat nanti, saat ITB benar-benar menjadi world class university, mahasiswa ITB yang katanya diharapkan bisa membangun bangsa, akan terbiasa dengan sistem baru. Tanpa banyak kegiatan, kuliah pulang kuliah pulang, dan berpikir bagaimana lulus cepat. Yakin bisa bangun bangsa??