Tags

, , ,

Tunil atau Gambar Toong. Berupa peti kayu yang terdiri dari dua bagian : penyimpan acordeon + perlengkapannya dan bagian melihat gambar. Penyimpan acordeon berada bagian paling bawah menyerupai almari. Kotak yang bagian atas tengah berdinding cembung diberi tiga buah lubang untuk tempat noong atau mengintip. Lubang ini dipasang lensa cembung untuk melihat gambar yang ada di dalamnya. Pada bagian tengah atas terdapat pula lubang untuk meletakkan lampu untuk penerangan gambar saat menonton. Gambar dinaik turunkan sesuai cerita dengan tali yang ada di luar.

Tontonan ini berkembang pada masa kolonial hingga akhir tahun 1970-an. Anak-anak yang akan melihat gambar melalui lensa teropong harus membayanr pada tukang/pemilik tunil. Saat menonton tukang tunil akan mendongeng sambil memainkan acordeon-nya. Disediakan dua bangku untuk menonton.

Hwow. Ini sesuatu banget. Baru pertama kali gue liat maenan jaman kolonial macem ini. Owiya, ini adalah koleksi dari Museum Negeri Sri Baduga (yang ini baru denger juga)