Tags

, , , , ,

Seperti yang diceritakan di Ngubek Borobudur #1, Borobudur punya segudang komponen yang menarik. Gak hanya mengunjungi candinya yang udah terkenal megah, International Borobudur Field School juga megajak gue untuk melihat segudang kegiatan yang bisa dilakuin di sekitar Borobudur. Bahkan jiwa-pun bisa hampir tertinggal di sana, literally. 

Rasain tinggal di desa wisata sekitar Borobudur. Sekarang sedang marak ke Borobudur bukan cuma ke candi-nya aja. Tapi tinggal di desa wisata yang mulai berkembang. Mencicipi bagaimana tinggal di kampung, dengan arsitektur khas Jawa. Salah satunya : Candirejo.

Bagi gue orang kampung, di awal pertemuan, sebenernya Candirejo sama sekali gak aneh. Ya sehari-hari gue melihat hal-hal semacam itu. Tapi setelah ngobrol bareng ekspert dan bertukar pendapat dari berbagai sudut pandang, ternyata bener : Indonesia menyimpang keindahan yang berbeda. Atau mungkin itu salah satu efek ngobrol bareng bule juga ya? Biasa kan, kalo bule udah bilang OK jadi gampang kebawa semua hal jadi OK. Hahaha.

Try the art of making pottery

Tapi bener deh. Indonesia bener-bener punya keunikan tersendiri. Seperti yang miss spiderwidhe bilang lewat sms : “Kadang lo ga menyadari bahwa apa yang lo punya adalah sebuah berkah karena lo selalu dan selalu memiliki itu tiap hari sampai lama-lama berkah itu terasa biasa.” Dan kalo pake istilah umumnya, kita sibuk ngeliat rumput tetangga yang lebih hijau, padahal di taman kita ada anggrek bulan yang selalu didatengin kumbang-kumbang dari luar. Aiiih.

Dan kalo dari kecil kita sering denger tentang orang Indonesia yang ramah, kampung ini membuktikannya. Senyum aja, pasti dibalikin senyum. Bahkan kadang-kadang ditambah sapaan halus orang Jawa. Senaaang. Kayaknya udah lamaaa banget gak interaksi sama orang-orang ramah ini. Baru empat tahun di Bandung dan gue udah kangen dengan gesture kecil dan sederhana seperti itu. World without strangers tuh malah kerasa banget.

Keliling desa menggunakan delman dengan pa kusir yang ramah

Daerah Borobudur dilewati oleh dua sungai yang cukup besar : Elo dan Progo. Sungai bersih nan indah, dan cukup berbahaya. Kalo yang bagian berbahaya sih pengalaman pribadi. Air yang tenang benar-benar menghanyutkan saudara-saudara. Jadi, hati-hati lah berenang di sungai yang tenang. Hahaha

Owiya, seiring dengan berkembangnya desa wisata, berkembang juga pertunjukkan adat. Upacara adat yang biasanya sakral, kini lebih berkembang sebagai festival. Misalnya Festival Tujuh Gunung, sebuah perayaan dan ucapan syukur terhadap Tuhan YME karena Borobudur dikelilingi tujuh gunung yang beberapa masih aktif dan memberikan kesuburan bagi daerah sekitarnya.

Festival Tujuh Gunung

Jangan lewatakan juga tour danau purba Borobudur. Borobudur terkenal dengan penggambarannya sebagai teratai di atas danau. Sebutan ini bukan hanya karena penggambaran seorang seniman saja, namun juga dari fakta para geologist yang menyebutkan bahwa daerah sekitar Borobudur merupakan daerah danau purba. Batuan yang ada di sungai dan daerah sekitar candi ternyata merupakan endapan lumpur danau. Jika dipecah, batuan tersebut berwarna hitam dan mengandung karbon organik tanaman air.

Batu hitam sisa danau purba

Oh, walau pun waktu danau purba dan pembangunan candi terpaut jauh, gambar Borobudur bagaikan teratai di atas danau sebenarnya masih bisa dinikmati hingga sekarang. Coba datangi sebuah bukit bernama Punthuk Setumbu di pagi hari. Sembari mengejar sunset dari tengah dua gunung (Merapi dan Merbabu) — mirip dengan gambar anak SD se-Indonesia — kita bisa menikmati Borobudur dari kejauhan. Dengan siluet candi yang khas dikelilingi kabut, Borobudur seolah-olah mengapung di atas danau layaknya teratai. Magical.

The Floating Lotus. Could you see the silhouette of Borobudur? You need to see it by yourself🙂

Pernah denger istilah slow traveler? Gue pertama kali membaca istilah itu di sini. Semenjak itu, gue sangat penasaran dan pengen nyoba. Dan IBFS cukup memberikan gue gambaran kecil yang namanya slow traveler itu. Walaupun jadwalnya padat, tapi sangat merasakan bagaimana menjadi turis sebenarnya. Hahaha.

Iya, gue tau gue seharusnya mengetik hal yang lebih penting disisi sana. Tapi biarkanlah dulu. Butuh ngetik yang lebih fun dulu lain biar semangat ngetik kembali. Hehehe.

P.S. : Jangan lupa kunjungi Candi Pawon dan Candi Mendut jika ke Borobudur. Tiga candi ini membentuk satu garis lurus lo🙂